Cara Tepat Menangani Reaksi Alergi Kulit Pada Anak-Anak

Cara Tepat Menangani Reaksi Alergi Kulit Pada Anak-Anak

Kesehatan

Orang tua juga perlu memberikan makanan padat pada anak-anak di usia yang sudah diperbolehkan. Dan memasak menu untuk si kecil memang aktivitas yang sangat menyenangkan, terutama untuk ibu baru. Meskipun sudah memilih bahan makanan dengan cermat, masih ada kemungkinan bayi mengalami alergi kulit.

Kekhawatiran akan kulit si kecil yang menjadi gatal-gatal setelah mengonsumsi makanan memang wajar. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya mulai mengidentifikasi sumber alergi dan cara mengobatinya dari penjelasan berikut.

Mencari makanan penyebab alergi

Pengenalan beberapa makanan baru sebenarnya baik untuk buah hati dengan catatan dilakukan secara bertahap. Dari proses pengenalan tersebut, orang tua seharusnya bisa melihat jenis masakan yang disukai dan tidak oleh anak-anak. Selain itu, perhatikan kulit si kecil setelah makan, apakah timbul ruam, bentol, kemerahan, atau rasa gatal.

Anda bisa memonitoring dari pemberian makanan baru selama 3 sampai 5 hari sebelum menggantinya dengan variasi yang lain. Untuk memudahkan identifikasi zat makanan yang menyebabkan alergi pada anak, sebaiknya tidak memberikan 2 atau 3 jenis makanan sekaligus agar hasilnya lebih akurat.

Jenis alergi & makanan yang sering memicu alergi

Setiap anak mempunyai sistem pertahanan tubuh tidak sama dalam merespon gejala alergi seperti bahan makanan. Tetapi, anda bisa lebih waspada ketika memberikan jenis makanan yang sering menjadi pemicu alergi terutama pada balita.

Dilansir dari sebuah media kesehatan online mengatakan jika risikonya mencapai 90%. Makanan-makanan itu adalah telur, susu, ikan, kerang, kacang-kacangan, gandum, dan kedelai.

Jenis alergi yang umum diderita oleh anak-anak yaitu bengkak dan gatal berbentuk benjolan di kulit. Ada pula dermatitis kontak yang terjadi ketika ada kontak dengan zat alergen. Selain gatal, gejala lainnya bisa terlihat dari kulit bersisik dan kering.

Zat pemicunya bisa dari bahan kimia yang ada di parfum, sabun, pasta gigi, obat kumur, logam-logam tertentu, maupun lotion.

Mengetahui gejala alergi makanan

Rentan waktu munculnya alergi pada balita biasanya beberapa menit atau jam setelah mengonsumsi makanan. Gejalanya mudah dilihat yaitu kulit menjadi gatal, ruam dan kemerahan, terjadi pembengkakan di area wajah, bibir, maupun lidah. Anak mulai batuk, muntah, diare, sampai sulit mengatur napas. Gejala seriusnya sampai hilang kesadaran.

Tindakan untuk mengatasi alergi pada anak

Ada beberapa tahap yang harus dilewati orang tua untuk mendeteksi alergi yang dimiliki oleh anak-anak pertama, lihat riwayat kesehatan keluarga karena bisa saja menurun ke anak. Cara termudah yaitu dengan mencermati kondisi tubuh anak setiap kali mengenalkan jenis makanan baru. Dengan demikian, orang tua dapat mencegah alergi agar tidak terulang.

Dalam sebuah teori, alergi yang dialami seseorang tidak akan hilang, namun tetap bisa diminimalisasi kemunculannya. Seiring bertambahnya usia anak sekitar 6 sampai 7 tahun, sistem kekebalan tubuh akan memberikan reaksi yang lebih ringan.

Dalam menangani masalah alergi kulit pada balita, sangat tidak disarankan dengan pemberian bahan makanan yang membuatnya alergi, dengan dalih melatih kekebalan tubuh terhadap zat alergen. Hal tersebut tidak akan menghilangkan alergi, tetapi justru membuatnya semakin parah.

Jika alergi sudah menimbulkan efek-efek yang serius seperti hilangnya kesadaran, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk berobat. Pada kasus alergi yang ringan, beberapa orang menerapkan pengobatan tradisional seperti meminum ramuan cuka apel, yogurt, nanas, jambu biji, dan sebagainya. Beberapa apotek juga menjual obat untuk meredakan gatalnya.