Keluarga, Kunci Pendidikan Karakter Anak

Keluarga, Kunci Pendidikan Karakter Anak

Others

Salah satu perbedaan yang jelas terasa antara kurikulum 2013 dengan kurikulum lama adalah implementasi pendidikan karakter yang menjadi salah satu dari tujuan pendidikan. Disebutkan dalam kompetensi inti kurikulum 2013 yang saya baca di Jalanbelajar.com, pengembangan sikap sosial dan spiritual diharapkan dapat menjadi pilar dalam upaya mengembangkan karakter peserta didik di satuan pendidikan.

Lantas, bisakah upaya tersebut berhasil? Bisa, tapi jalan menuju ke sana tidak akan mudah. Karena, pendidikan karakter tentu tidak bisa hanya dibentuk oleh pendidik di sekolah. Karakter harus diajarkan, ditanamkan sejak dini oleh keluarga, dengan kata lain keluarga memegang peran yang sangat penting untuk pengembangan karakter anaknya.

Jadi, kapan dan bagaimana seharusnya pendidikan karakter diajarkan?

Banyak penelitian yang menyebutkan, perilaku anak meniru teladan yang diberikan lingkungan sekitarnya. Jika lingkungan adalah guru terbaik, maka anak merupakan peniru ulung. Apapun yang didengar dan dilihat anak, bisa dijadikan panutan anak ketika berperilaku. Perilaku anak akan mencerminkan perilaku keluarga. Sementara interaksi dalam keluarga, bisa menjadi sebuah model kebiasaan yang akan ditiru anak.

Jika anak setiap hari melihat ibu dan ayahnya bangun pagi, beribadah, lalu mengajak anak untuk mengikuti aktivitas yang sama, hasilnya karakter disiplin sekaligus religius mulai tertanam pada anak. Tentu saja butuh konsistensi dan usaha keras untuk menanamkan karakter pada anak, pendidikan ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Tidak dalam 1 atau 2 hari, 1 atau 2 minggu, bahkan tidak bisa dijaminkan keberhasilannya dalam 1 atau 2 bulan.

Menanamkan karakter baik, mengajak anak terlibat dalam aktivitas positif, adalah salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya. Harus ada kesamaan nilai dan etika yang ditanamkan oleh keluarga pada anak.

Jika sejak dini anak sudah diajarkan kebaikan, akan lebih mudah bagi anak untuk mempelajari tentang pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah. Karena anak sudah terbiasa dengan nilai karakter yang ditanamkan dan diteladankan oleh keluarganya, maka di sekolah anak bisa mengadopsi pembelajaran berikutnya dengan lebih mudah.