Merasa Sulit Menabung Meski Gaji Besar? Begini Trik Mengatasinya

Merasa Sulit Menabung Meski Gaji Besar? Begini Trik Mengatasinya

Others

Bukan hanya soal ada uangnya apa enggak, menabung juga berkaitan erat dengan niat dan disiplin. Sebab, banyak orang yang meski penghasilannya besar, nyatanya masih kesulitan menyisihkan uang untuk menabung. Bahkan sampai nggak punya dana darurat hingga harus cari dan ajukan pinjaman tunai dalam keadaan mendesak. Nah, apakah kamu adalah salah satunya?

Emang sih apply pinjaman tunai sekarang udah gampang banget, nggak harus ke bank tapi bisa juga ke fintech pinjaman tunai cepat seperti Kredivo yang bisa cair dalam waktu sehari. Tapi, daripada bergantung pada kredit terus-terusan dan bikin finansial berantakan, lebih baik bertumpu pada tabungan, toh?

Nah, sebaiknya, jangan lagi lakukan kesalahan yang sama di tahun 2020 ini. Agar hidup lebih terarah dan aman saat ada kebutuhan darurat, salah satu cara terbaik adalah dengan memasukkan tabungan sebagai alokasi wajib saat baru terima gaji. Begini tips dan tiknya agar kamu bisa “memaksa diri” agar terlatih disiplin dalam menabung!

Menggunakan sistem autodebet pada tabungan berjangka

Kalau kamu merasa terlalu banyak godaan ini dan itu untuk menghabiskan uang setiap bulannya, maka cara paling jitu untuk memaksa diri agar menabung adalah dengan menggunakan fitur autodebet. Kamu bisa menggunakan fitur ini pada tabungan biasa ataupun membuat tabungan berjangka secara khusus di bank. Nominal autodebetnya juga bisa diatur sesuai keinginan atau yang telah disepakati dengan pihak bank atau lembaga keuangan. Nggak harus mulai dalam jumlah besar, untuk tabungan biasa, coba sisihkan sebulan mulai 300 hingga 500 ribu. Anggap sebagai uang ‘hilang’. Setahun berjalan, kamu bakal terkejut melihat hasilnya!

Tabungan berjangka pada dasarnya merupakan jenis investasi untuk pemula, yang tentu saja minim risiko. Dalam periode yang ditentukan, kamu harus menyetor sejumlah uang ke tabungan berjangka. Beberapa bank atau lembaga keuangan yang menyediakan produk finansial ini biasanya juga menawarkan suku bunga yang menarik. Jadi, dalam tempo tertentu, ketika tabungan berjangka dicairkan, jumlahnya akan lebih banyak sesuai dengan suku bunga yang diterapkan.

Mengutamakan beli barang secara tunai dibanding kredit

Meski terlihat lebih ringan, nyatanya membeli barang secara kredit sama dengan menanggung biaya lebih untuk suku bunga dan biaya admin kredit. Selain itu, punya cicilan atau kredit juga bersifat ‘nagih’, kalau udah ambil satu, biasanya akan muncul cicilan lain. Makin banyak deh bunga dan biaya admin yang harus kamu bayar. Daripada banyak-banyak keluar uang untuk bayar bunga atau biaya admin cicilan, lebih baik uangnya dialihkan untuk tabungan.

Untuk membeli sesuatu yang diinginkan, kamu bisa menabung lebih dulu agar uangnya cukup. Ini juga sekaligus akan melatih diri kamu agar tidak mendapatkan sesuatu secara instan dengan kredit. Kalau mau kredit pun, kamu bisa memilih fasilitas kredit atau cicilan dengan bunga 0% atau bunga paling rendah yang bisa kamu dapatkan. Dengan fintech misalnya, ada Kredivo yang bisa memberikan suku bunga 2,95% untuk cicilan barang di 250 lebih merchant dengan opsi tenor 3, 6, hingga 12 bulan, tanpa uang muka. Suku bunga ini juga berlaku untuk layanan pinjaman tunai yang tersedia di aplikasi Kredivo. Pengguna Kredivo yang terdaftar sebagai pengguna Premium, selain bisa mendapat limit maksimal hingga Rp 30 juta, juga bisa mencairkan limit menjadi pinjaman tunai mini mulai dari 500 ribu dan pinjaman tunai jumbo mulai dari 1 juta ke atas.

Pikirkan minimal 3 hari sebelum memberi barang yang diinginkan

Kadang-kadang, ketika jalan di pusat perbelanjaan atau berselancar di situs e-commerce, kamu mungkin pernah kecantol sama satu barang yang sangat menarik sampai bikin mau beli secara impulsif. Sekali dua kali mungkin termaafkan, tapi kalau berkali-kali, bisa jadi kebiasaan yang bikin kantong kecolongan lho! Nah, trik untuk mengatasi kebiasaan yang satu ini adalah ketika kamu dalam kondisi tersebut coba pulang dulu atau tutup situs e-commerce tersebut. Kemudian, tunggu dalam waktu 3 hari. Kalau kamu masih menginginkan barang tersebut atau masih kepikiran, tandanya mungkin kamu memang membutuhkan barang tersebut. Tapi, kalau keinginan atau ketertarikannya mereda, bisa jadi kamu hanya lapar mata aja.

Bandingkan harga barang yang mau dibeli dengan jumlah penghasilan

Sebelum membeli sesuatu secara impulsif apalagi dengan kredit, coba total jumlah penghasilanmu dalam sebulan kemudian bagi jadi 30 hari. Berapa jumlahnya? Nah, jumlah tersebut adalah upah harianmu dalam satu hari. Misal, gaji kamu Rp 10 juta, maka dalam satu hari, kamu menerima upah sebesar Rp333.000. Gunakan hitungan tersebut tiap kali kamu mau membeli sesuatu atau mengambil cicilan. Misalnya kamu mau membeli baju seharga Rp700.000, maka artinya kamu harus bekerja 2 hari setengah agar bisa mengumpulkan uang seharga baju tersebut. Dengan menggunakan cara ini, kemungkinan besar kamu akan lebih mawas diri dalam menggunakan uang.